Senin, 10 September 2012

Instal Eclipse

1. Install Eclipse
Pastikan JDK sudah terinstall di komputer Anda. Homepage eclipse adalah http://www.eclipse.org, dan kita bisa mendownload eclipse IDE di http://www.eclipse.org/downloads. Versi terakhir saat ini adalah Eclipse 3.4 (Ganymede). Eclipse adalah platform yang memungkinkan developer untuk membuat berbagai macam plug-in dan dijalankan di dalam eclipse. Eclipse menyediakan beberapa macam distribusi IDE yang dapat kita download sesuai dengan kebutuhan kita. saran saya, downloadlah Eclipse IDE for Java EE Developers karena memuat banyak fitur yang kita butuhkan dalam development.
Hari ini saya coba download lagi dari mirror di australia, dan kecepatan download bisa mencapai 244 KB/s, download selesai dalam waktu kurang dari 20 menit, amazing. Setelah download selesai, Anda cukup meng-ekstrak file tersebut ke hardisk, dan eclipse bisa langsung dijalankan dengan klik ganda pada file eclipse.exe.
2. Install Visual Editor plugin
Eclipse for Java EE tidak menyediakan plugin untuk membangun aplikasi desktop secara visual (drag n drop) semudah VB atau delphi. Untuk itu, kita membutuhkan visual editor plugin. Tutup eclipse jika Anda sedang menjalankannya, download file plugin ini, save ke komputer anda, ganti extension doc menjadi zip (jadi vezip.zip), kemudian ekstrak ke folder ECLIPSE_HOME/dropins, dimana ECLIPSE_HOME adalah direktori tempat Anda menginstal eclipse. Jalankan kembali eclipsenya. Alternatifnya, anda bisa baca cara instalasinya disini.
3. Buat project baru
Klik menu File -> New -> Project. Pilih Java Project, klik next.

Isikan nama project TesProject. Klik next, kemudian finish. Klik yes ketika eclipse menanyakan apakah anda mau mengganti view ke Java Perspective.

Di eclipse kita bisa menggeser, mengubah ukuran, dan memodifikasi kotak-kotak kontrol dengan sangat mudah. Ketika membangun aplikasi desktop, saya sarankan untuk membuka kontrol console, properties dan java bean. Klik menu Windows -> Show View -> Console untuk kontrol console, klik menu Windows -> Show View -> Properties untuk kontrol properties dan Windows -> Show View -> Other -> Java -> Java Bean untuk kontrol Java Bean.

4. Buat package dan visual class baru
Folder src adalah tempat source code java kita. Buat package baru dengan cara klik kanan di folder src, pilih New -> package, ketik test.swing.
Buat satu visual class baru dengan cara klik kanan di package test.swing, pilih New -> Visual Class. Masukkan nama class TesFrame, kemudian pilih Style -> Swing -> Frame. Pilih option method stub public static void main (String[] args).

Anda akan mendapat tampilan frame yang sebenarnya (WYSIWYG). Di sisi yang lain, akan ditampilkan source code dari frame tersebut. Jika anda klik di salah satu komponen, maka kotak properties akan menunjukkan nilai dari semua properties yang dimiliki oleh komponen tersebut. Misalnya, jika kita klik bagian title bar, maka kita bisa mengubah judul, ukuran, dan berbagai atribut lainnya.
Di kotak Java Bean juga terdapat informasi tentang semua komponen yang ada di dalam frame dalam bentuk tree. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk navigasi ke komponen-komponen baik saat berada di visual editor ataupun saat kita mengedit source code.
5. Menambahkan komponen di atas frame
Di sebelah kanan area editor terdapat palette yang berisi komponen-komponen yang bisa kita gunakan. Kita bisa mengatur letak komponen di atas container dengan menggunakan LayoutManager. Layout yang paling sederhana adalah Null. Dengan cara ini, kita bisa menentukan posisi dan ukuran komponen secara absolut (seperti pada VB). Untuk itu, klik di bagian containernya, kemudian di kotak properties ubah property layout menjadi null.
Silahkan pilih komponen yang ingin digunakan dari palette, kemudian taruh di atas container. Komponen yang sering digunakan adalah JLabel, JTextField, dan JButton. Ubah label pada komponen label, textfield dan tombol dengan cara meng-klik komponen tersebut sekali lagi. Tambahkan action listener pada komponen JButton, dengan klik kanan pada button yang ada di frame, pilih Events -> actionPerformed. Masuk ke source code, maka kita akan menemui default action dari event tersebut adalah sekedar mengeprint sesuatu ke console. Silahkan edit bagian itu untuk melakukan hal yang lain saat user menekan tombol.
6. Jalankan aplikasi
Setelah selesai mengedit, simpan, kemudian jalankan aplikasi kita dengan cara klik menu Run -> Run As -> Java Application, atau bisa juga melalui toolbar yang tersedia.

7. Package aplikasi
Kita akan mem-package aplikasi yang sudah dibuat ke dalam file jar, agar lebih mudah didistribusikan dan digunakan oleh user. Pilih project TesProject, klik kanan -> Export. Pilih Java -> JAR File, klik next. Masukkan nama file jar tujuan export, next, next lagi. Masukkan nama main-class, atau tekan tombol browse dan pilih main-class nya, klik finish. Buka direktori tempat file jar tadi, klik ganda di file tersebut, dan aplikasi kita akan langsung dijalankan.
What do you think ?
Dengan bantuan eclipse (thanks to the developer), kini membuat aplikasi desktop di Java sudah tidak menakutkan, semudah VB, semudah delphi. Eclipse juga menyediakan fitur yang jauh lebih banyak dari yang sudah saya utarakan di artikel ini. Semakin kita bisa memanfaatkan fitur-fitur tersebut, kita akan semakin produktif dalam membangun aplikasi.
Sekedar catatan, layout null yang kita gunakan tadi memiliki kelemahan saat user me-resize frame. Kita bisa menggunakan LayoutManager yang lain untuk mengatasi hal ini. Favorit saya adakah GridBagLayout, dimana kita bisa menyusun komponen berdasarkan grid atau petak. Rapi dan flexible jika user melakukan resize frame. Kita juga bisa menggunakan GridBagLayout atau LayoutManager yang lain dengan mudah menggunakan eclipse visual editor ini.
Have fun with eclipse..

sumber : http://suhearie.wordpress.com/2008/08/16/eclipse-java-ide-untuk-apa/

0 komentar:

Posting Komentar